Penyakit

Wabah Difteri Kembali Menyerang Indonesia! 5 Fakta Ini Membeberkan Betapa Berbahayanya Penyakit Ini

Penyakit Difteri mewabah di Indonesia! Kementerian Kesehatan bahkan udah menetapkan wabah ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) karena penyakit yang disebabkan bakteri Corynebacterium Diptheriae ini udah memakan puluhan korban jiwa! Agar korban gak makin berjatuhan, minimal kamu perlu tahu 5 fakta berikut.

1. Disebabkan bakteri menular dan berbahaya

Difteri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae yang menular dan berbahaya.Penyakit ini bahkan bisa menyebabkan kematian loh, karena sumbatan saluran nafas atas toksinnya yang bersifat patogen, menimbulkan komplikasi peradangan pada lapisan dinding jantung bagian tengah, gagal ginjal, gagal napas dan gagal sirkulasi.

Ngeri banget! Karena itu, kamu perlu tahu gejalanya, friends. Gejalanya adalah radang saluran nafas, ada selaput putih dan gampang berdarah, dan toksinnya itu yang bahaya, bisa bikin kelainan jantung, dan meninggal! Selain itu kamu juga bakal demam yang gak terlalu tinggi, 38ºC, munculnya pseudomembran atau selaput di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan yang gampang berdarah kalo dilepas, sakit waktu nelan, kadang-kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening leher dan pembengakan jaringan lunak leher yang disebut bullneck.

Kadang gejalanya juga adalah sesak napas dan suara ngorok.

2. Penyakit lama yang muncul kembali

Sebenarnya difteri ini udah ada sejak lama, jadi bukan penyakit baru. Vaksinnya juga udah ada kok, yaitu vaksin DPT. Idealnya, vaksin ini diberikan minimal tiga kali seumur hidup sejak kamu usia dua tahun. Vaksin ini bakal lebih efektif kalo diberikan tiap 10 tahun.

Seharusnya difteri udah hilang dengan vaksinasi, tapi gara-gara ada kelompok yang anti vaksinasi, ya akhirnya gak semua anak divaksin. Nyebar deh ke 20 provinsi dan 95 kabupaten di Indonesia.

3. Prosentase meninggal 6%

Sejak tahun 2015, jumlah kematian akibat difteri meningkat hingga mencapai 502 kasus. Bahkan dari Januari hingga November 2017, tercatat udah ada lebih dari 590 kasus dengan prosentase kematian sekitar 6%!

Tiap kali ada laporan difteri, pasien harus segera diperiksa laboratorium. Kalo ditemukan adanya selaput tebal di tenggorokan, berarti harus langsung diberi antibiotik. Bahkan warga di sekitar pasien pun harus diperiksa dan diberi imunisasi tetanus difteri. Bahkan yang udah pernah dapet vaksin juga harus vaksin ulang.

Daripada timbul korban, mendingan kamu segera lakukan vaksinasi difteri.

4. Difteri juga menyerang orang dewasa loh!

Dulu emang difteri sering ditemukan menyerang anak-anak. Tapi jaman now, difteri juga menyerang orang dewasa! Di Indonesia, usia yang udah punya kekebalan dasar karena imunisasi rata-rata berusia 40 tahun. Sayangnya untuk usia di atas 40 tahun, dulu mereka gak mendapat imunisasi dasar ketika kecil. Jadinya merekalah salah satu yang rentan terkena difteri.

Sekedar info, di negera maju, mereka udah melakukan imunisasi difteri tiap 10 tahun sampai seumur hidup loh. Indonesia masih belum, tapi udah mengarah ke sana.

5. Kelompok penolak vaksin

Kok tiba-tiba difteri kembali mewabah di Indonesia ya? Kalo menurut Juru bicara Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi, kemunculan KLB Difteri ini bisa jadi berhubungan dengan adanya immunity gap, yaitu kesenjangan atau kekosongan kekebalan di kalangan penduduk di suatu daerah.

Kekosongan kekebalan ini terjadi karena adanya akumulasi kelompok yang rentan terhadap difteri, karena mereka gak dapet imunisasi atau emang dulu imunisasinya gak lengkap. Apalagi belakangan heboh berita mengenai vaksin yang mengandung babi, sehingga mereka pun menolak imunisasi.

Wah, kelompok-kelompok anti vaksin ini emang kudu dikasih peringatan nih. Kamu juga harus waspada dengan gejalanya ya. Dan yang belum vaksin, sebaiknya juga segera imunisasi, biar wabah difteri ini gak makin menyebar.

Wabah Difteri Kembali Menyerang Indonesia! 5 Fakta Ini Membeberkan Betapa Berbahayanya Penyakit Ini
Comments

Most Popular

To Top