Pengetahuan

Remaja Perempuan Meninggal Setelah Vaksin HPV, Ternyata Vaksin Ini Kontroversial bagi Para Ahli!

Vaksin HPV belakangan ini menjadi salah satu jenis vaksinasi yang sedang gencar disosialisasikan terhadap perempuan muda di Indonesia. Pentingnya vaksinasi HPV mulai menjadi isu yang banyak diperbincangkan sejak banyaknya pemberitaan mengenai bahaya kanker serviks yang diakui sebagai jenis penyakit “pembunuh” perempuan terbanyak kedua setelah kanker payudara. Terlebih setelah kematian tokoh-tokoh masyarakat seperti Julia Perez yang dikabarkan diakibatkan oleh kanker serviks, masyarakat pun semakin takut akan jenis kanker yang satu ini. Memang sudah sewajarnya masyarakat takut karena kanker serviks ini, meski merupakan salah satu jenis kanker yang mudah diobati, namun dapat menjadi sangat mematikan karena tidak menunjukkan gejala apa pun sehingga ketika ditemukan, sering kali kanker serviks sudah mencapai stadium akhir dan kemungkinan besar akan berujung pada kematian.

 

Selama ini dipercaya bahwa kanker serviks disebabkan oleh HPV yang merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual. Virus HPV atau Human Papilloma Virus ini memang sangat mudah tertular dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seksual. Karena itu, vaksinasi HPV menjadi salah satu vaksinasi yang dianjurkan oleh pemerintah dan dokter-dokter di Indonesia, selain pemeriksaan Pap Smear secara rutin. Vaksin HPV dipercaya dapat menangkal beberapa jenis virus HPV sehingga meminimalisir kemungkinan terkena kanker serviks. Namun ternyata, vaksin HPV memiliki efek samping yang cukup mengerikan pula dan bahkan dapat berujung pada kematian.

Seperti halnya yang terjadi pada Jasmin Soriat, seorang gadis remaja di Inggris yang berusia 19 tahun. Gadis ini menerima suntik vaksin HPV untuk kedua kalinya. Namun, pascavaksinasi tersebut, Jasmin justru mengalami kegagalan sistem pernafasan yang lantas membunuhnya dalam tidur beberapa minggu setelahnya. Jasmin adalah seorang gadis yang sehat dan aktif. Untuk menurunkan risiko terkena virus HPV, Jasmin memutuskan untuk melakukan vaksinasi HPV di dokter spesialis kandungan. Beberapa waktu pascasuntikan vaksin keduanya, Jasmin justru meninggal dalam tidurnya. Padahal, beberapa jam sebelumnya, ia masih beraktivitas normal seperti biasa. Ahli patologis yang memeriksa mayat Jasmin menyatakan bahwa terdapat kemungkinan besar vaksin HPV menjadi penyebab kematian Jasmin.

Nahasnya, Jasmin bukanlah satu-satunya yang menderita efek samping dari vaksin HPV. Telah ada ratusan perempuan lain di Amerika dan Inggris yang merasakan efek samping dari HPV. Salah satunya adalah Ruby Shallom yang menderita kelumpuhan pascavaksinasi. Tangan kanan dan kedua kaki Ruby tiba-tiba lemas dan tidak dapat digerakkan beberapa minggu setelah ia menerima vaksin HPV. Salah satu gejala pascavaksin HPV yang banyak dirasakan oleh perempuan adalah chronic fatigue atau rasa lelah yang berlebihan.

Ternyata, beberapa ahli berpendapat bahwa vaksin HPV sebenarnya tidak diperlukan karena tidak membawa manfaat yang diinginkan dan justru memiliki efek samping yang berbahaya. Bahkan, seorang dokter dari Universitas California menyatakan bahwa vaksin HPV menjadi tidak tepat karena hingga saat ini belum ditemukan bukti kuat bahwa HPV merupakan penyebab kanker serviks. Menurut penelitian beliau, dalam jaringan tumor kanker serviks tidak ditemukan adanya virus HPV.

Bagaimanapun, entah disebabkan oleh virus HPV atau bukan, kanker serviks memang harus dihindari dan dicegah. Salah satu caranya yang sudah terbukti dapat mencegah kanker serviks adalah dengan melakukan pemeriksaan Pap Smear secara rutin untuk memantau perkembangan kesehatan jaringan di area serviks kita. Pemeriksaan ini di Indonesia sendiri dapat dilakukan di dokter spesialis kandungan dan klinik-klinik bersalin atau laboratorium yang menyediakan jasa layanan tes kesehatan. Hal yang terpenting adalah selalu perhatikan kesehatan reproduksi kita dengan memantau tiap perkembangannya secara seksama.

Remaja Perempuan Meninggal Setelah Vaksin HPV, Ternyata Vaksin Ini Kontroversial bagi Para Ahli!
Comments

Most Popular

To Top