main_image_11918
Horor

Mistis! Kisah Nyata Badut Pembunuh 33 Remaja Laki-Laki di Amerika

Tentu kalian udah nonton film “It” dong? Film hasil produksi ulang dari serial tahun 1990 dengan judul yang sama ini memang lagi banyak dibicarakan, terutama bagi mereka pecinta film. Film ini dianggap sukses menghidupkan sosok badut pembunuh yang diperankan secara apik oleh Bill Skarsgard.

Film yang diadaptasi dari Novel karya Stephen King ini ternyata terinspirasi dari kisah nyata, lho. John Wayne Gacy, sang badut pembunuh yang telah memperkosa dan membunuh puluhan remaja laki-laki di Amerika. Penasaran sama kisahnya? Yuk, kita langsung kepoin aja.

John Wayne Gacy lahir di Chicago, Illinois, pada 17 Maret 1942. Masa kecilnya suram dan terbiasa dengan kekerasan. Ayahnya seorang pecandu alkohol dan kerap melakukan kekerasan kepada istri dan anak-anaknya. Gacy sering kali dipanggil ayahnya dengan panggilan yang tidak pantas seperti “bodoh”, “banci”, “anak manja”. Gacy pun sering dipukul ayahnya. Gacy saat berumur 11 tahun pernah dipukul dengan menggunakan sabuk kulit, dan yang paling parah, Gacy pernah dipukul dengan kursi lipat tepat di dahinya hingga menyebabkan gumpalan darah di otaknya. Namun hal ini baru diketahui Gacy pada lima tahun kemudian ketika dirinya sering kali pingsan.

Pada tahun 1968, Gacy mendekam di penjara Lowa State dengan dakwaan tindakan sodomi dengan masa hukuman 10 tahun penjara. Tuduhan tindakan sodomi ini dilaporkan oleh dua anak laki-laki yang mengaku menjadi koraban serangan seksual yang dilakukan oleh Gacy. Gacy tidak membenarkan tuduhan tersebut, namun beberapa bulan kemudian Gacy membayar seorang pemuda untuk melakukan tindak kekerasan pada salah seorang penuduhnya, namun orang bayaran tersebut tertangkap dan mengaku bahwa Gacy yang menyewa jasanya. Dari 10 tahun putusan hakim, Gacy hanya menjalani dua tahun masa hukuman dan kemudian bebas karena dianggap berperilaku baik selama di penjara.

Sebelum dipenjara, Gacy pernah bekerja sebagai manajer perusahaan makanan cepat saji. Setelah dirinya keluar dari penjara, Gacy membangun perusahaan kontraktor miliknya.

 

Gacy pernah dua kali menikah, namun tidak pernah ada yang bertahan lama. Dua kali menikah, pernikahannya selalu kandas. Dari dua kali menikah, Gacy dikaruniai dua orang anak.

 

Pada tahun 1975, Gacy merancang kostum dan belajar merias wajahnya dengan riasan badut untuk kemudian menciptakan karakter bernama “Pogo the Clown”. Karakter ini sering dibawakan Gacy pada pesta-pesta di sekitar wilayah rumahnya.

 

Gacy telah melakukan banyak kejahatan selama enam tahun, mulai tahun 1972 sampai tahun 1978. Namun entah mengapa kejahatannya tidak pernah terbongkar. Polisi pun tidak pernah menyelediki dugaan kejahatan Gacy. Padahal selama enam tahun tersebut ada beberapa laporan yang jika ditelusuri akan berkaitan dengan Gacy, namun kepolisian setempat tidak melakukannya. Baru ketika ada kejadian seorang remaja laki-laki yang tidak pernah muncul kembali setelah mengunjungi rumah Gacy, polisi mulai mencurigai perbuatan Gacy. Mengetahui dirinya diawasi polisi, Gacy justru mengundang para polisi untuk minum kopi di rumahnya. Ketika polisi menyambangi kediaman Gacy, tercium bau busuk yang sangat menyengat, dan beberapa hari kemudian polisi menggeledah rumah Gacy dan menemukan 26 mayatlaki-laki usia sembilan sampai 20 tahunan terkubur di ruang kecil di basement rumah Gacy.

 

Selama persidangan, Gacy selalu mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah dengan alasan dirinya tidak waras. Bahkan di salah satu sidang kasusnya, Gacy melontarkan candaan dengan mengatakan bahwa kesalahan dirinya satu-satunya ialah membuat pemakaman tanpa izin. Namun setelah menyadari bahwa vonis dirinya akan semakin berat, akhirnya Gacy mengakui segala perbuatannya. Dirinya mengaku telah membunuh 25 – 30 orang sejak tahun 1972. Semua korbannya adalah remaja lelaki yang dibawanya dari jalanan atau dari stasiun Greyhound, Chicago. Mereka semua diiming-imingi uang atau pekerjaan agar mau berhubungan seks dengan Gacy tapi ada juga yang diancam dengan kekerasan. Setelah berada di rumahnya, Gacy mengikat atau memborgol korbannya, menyumpal mulut korbannya dengan baju, lalu mencekiknya dengan tali sambil melakukan tindakan seksual kepada korbannya.

 

Gacy didakwa dengan vonis hukuman mati. Hukuman mati pada Gacy dilaksanakan pada 10 mei 1994 di Stateville Correctional Center di Crest Hill, Illinois. Cara yang digunakan untuk mengeksekusi Gacy yaitu suntik mati. Kata-kata terakhirnya sebelum di eksekusi ialah “kiss my ass” kepada petugas yang akan mengeksekusinya.

Itu dia guys kisah John Wayne Gacy yang terkenal dengan sebutan “Killer Clown” atau “Pogo the Clown”. Tetap waspada ya, guys. Tapi bukan berarti jadi parno sama badut ya, karena pekerjaan badut itu mulia lho, tujuannya menghibur orang-orang.

Mistis! Kisah Nyata Badut Pembunuh 33 Remaja Laki-Laki di Amerika
Comments

Most Popular

To Top